Kepada Diriku 2 Tahun Lagi, Apakah Kelak Mimpi-mimpi Ini Telah Bisa Kau Wujudkan?

Pasti bisa!

Kepada Diriku 2 Tahun Lagi, Apakah Kelak Mimpi-mimpi Ini Telah Bisa Kau Wujudkan?1080plus.com

Line IDN Times

Rasanya seperti baru kemarin aku berada pada masa kanak-kanakku. Masa di mana semuanya terasa mudah dan tak ada masalah. Kini aku sudah berada pada fase yang baru, fase hidup dewasa. Mulai sekarang aku tidak bisa dengan mudahnya meminta. Aku harus bekerja keras memenuhi kebutuhan dan kemauanku sendiri. Selamat datang ku ucapkan pada diriku sendiri di masa hidup yang penuh perjuangan.

Sudahkah aku bisa membeli barang-barang yg inginkan dengan uangku sendiri? Sudahkah aku membuang kebiasaanku meminta uluran tangan dan bantuan orangtua?

Jika biasanya aku merengek pada orangtua meminta barang yang kuminta, maka dua tahun lagi hal itu takkan terjadi lagi. Aku akan mengumpulkan uang agar suatu saat nanti aku dapat membeli berbagai barang yang telah lama ku impikan dengan uang yang kuhasilkan. Apabila suatu hari nanti aku membutuhkan laptop untuk bekerja misalnya, maka itu semua kupastikan berasal dari gajiku sendiri.

Tentu untuk mewujudkan impianku tersebut tidaklah mudah. Aku harus bekerja keras dan menabung dengan rajin. Tapi meski membutuhkan usaha lebih, aku tak akan menyerah. Karena pada akhirnya aku harus mampu memenuhi apa yang diingini.

Jika biasanya orangtua yang memberikan segala hal yang diperlukan anaknya, mampukah aku berganti peran dengan mereka?

Sewaktu kecil dulu, aku seringkali merengek minta dibelikan ini dan itu. Kadang apa yang kuminta tidaklah selalu apa yang kubutuhkan. Jika temanku membeli mainan baru, aku akan datang pada ayah agar ia membelikan barang yang sama. Untuk menyenangkan anaknya, ayah akan memberikan itu meski bisa jadi saat itu ia tak punya banyak uang. Jika mengingat hal tersebut aku jadi tersenyum sendiri. Rasa kasih sayang yang dalam membuat mereka mengorbankan kepentingan diri. Sekarang ketika aku telah bertransformasi jadi manusia dewasa, tiba saatnya aku yang berganti manjakan mereka. Ingin sekali rasanya membawa mereka ke tempat yang disuka dan berkata:

“Pah, Mah ambil saja yang kalian suka. Biar aku yang bayar nanti”

Aku ingin menjadikan anak yang membanggakan. Apabila nanti orangtuaku membutuhkan bantuan, bisakah aku menjadi sosok yang diandalkan?

Ada banyak lagi sederet mimpi yang menunggu untuk aku realisasikan. Salah satunya adalah membetulkan rumah yang ditinggali orangtuaku kini. Besarnya biaya pendidikan yang harus ditanggung membuat mereka sering menunda membetulkan rumah. Padahal beberapa bagiannya telah rusak. Kedua orangtuaku itu memang selalu mengutamakan kepentingan anaknya.

Dua tahun dari sekarang, aku harus bisa membantu ayah dan ibuku memperbaiki rumah mungilnya. Jika bisa akan kulengkapi isinya dengan berbagai perlengkapan yang mereka inginkan. Semoga dan doa restu selalu menyertaiku hingga sukses meraih segala yang didambakan.

Semoga semua cita-citaku tersebut cepat tercapai. Dengan kerja keras dan kekuatan doa aku yakin semuanya akan cepat terlaksana

Tentunya untuk mewujudkan mimpi tersebut aku harus berjuang sebaik mungkin. Ada banyak usaha dan kerja keras yang harus kulakukan. Aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak berhenti berusaha. Meskipun harus membanting tulang tapi itu tak mengapa, asalkan mimpiku bisa tercapai, semuanya akan diusahakan. Aku akan berusaha mencoba berbagai cara yang dapat membantuku mendapatkan barang idaman, salah satunya melalui arisan. Melalui Arisan Mapan aku bisa mendapat barang impian karena arisan ini adalah arisan barang yang menyediakan berbagai barang dengan terjangkau. Semoga apa yang aku inginkan dapat segera terealisasi secepatnya.

Read More
Line IDN Times
ARTIKEL REKOMENDASI