Menyisakan nasi di piring mungkin bukanlah suatu masalah besar buat kita. Di kala sudah merasa kenyang tapi masih ada nasi tersisa, kita bisa dengan mudahnya membuang nasi ke tong sampah. Padahal di tempat berbeda ada banyak orang yang masih kekurangan makanan.

Kepedulian akan banyaknya orang yang membutuhkan makanan ini disadari oleh seorang gadis muda bernama Indah Kurnia. Ia bersama beberapa orang temannya menggalakan aksi bagi nasi pagi di Yogyakarta yang bertujuan berbagi nasi bungkus untuk orang lain. Yuk kita simak kisah inspiratif ini dalam artikel #BaikItuNyata berikut ini: 

Terinspirasi dari seorang teman

Pada IDN Times, Kurnia bercerita kalau ia mengetahui aksi Bagi Nasi Pagi pertama kali dari temannya di Magelang. Ia pun merasa tergugah untuk terlibat membuat aksi serupa di Yogyakarta. Lewat bantuan informasi dari teman tersebut, Kurnia berhasil memperoleh izin dari pihak pusat di Batam, bahkan sempat mendapatkan dukungan awal dalam bentuk dana. Kemudian untuk aksi selanjutnya, Kurnia berjuang membesarkan aksi ini secara mandiri. 

Berhasil kumpulkan 40 relawan dalam setahun yang rutin berkontribusi

Kurnia Indah adalah orang pertama yang melakukan aksi bagi nasi di Yogyakarta. Tapi sekarang ini diperkirakan sudah lebih dari 40 orang yang bergabungl cukup besar untuk ukuran aksi sosial yang baru didirikan selama setahun. Pada 4 bulan pertama, kegiatan dilakukan rutin setiap minggu. Tapi kini rutin dua minggu sekali. Dalam wawancara melalui telepon Kurnia mengungkapkan kalau aksi Bagi Nasi Pagi di Yogyakarta telah dilaksanakan sebanyak 20 kali. 

Memberikan sebungkus nasi hangat pada siapa saja yang membutuhkan

Hal unik yang IDN Times lihat dari aksi bagi nasi pagi Kurnia Indah adalah sasaran dari gerakan tersebut. Aksi bagi nasi tak hanya fokus pada kaum papa saja seperti aksi sosial kebanyakan. Mereka juga membagikan nasi pada para pekerja yang belum sarapan, atau siapa pun yang mereka jumpai di jalan. Bahkan aksi ini juga telah merambah ke yayasan sosial serta panti asuhan. Respon yang diberikan oleh masyarakat sekitar pun amat positif; bahkan banyak dari mereka yang tidak bisa ikut ingin berpartisipasi lewat donasi.

Melihat respon masyarakat yang amat positif, Kurnia dan relawan lainnya berusaha keras untuk membuat aksi ini bisa berjalan rutin. Bahkan mereka pun dengan sukarela menyisihkan uang pribadi secara rutin untuk menambah biaya operasional kegiatan. Beruntung, banyak juga dari masyarakat yang tertarik membantu lewat pemberian donasi. Media sosial seperti Facebook dan Instagram pun dimanfaatkan untuk terus menggaungkan aksi ini ke kalangan luas.

Berbuat baik adalah hal membahagiakan

Ketika mendengar seseorang yang mau berbuat baik, mungkin kebanyakan dari kita akan berpikir apa motif yang melatarbelakanginya. Kurnia mengatakan kalau motivasinya adalah kebahagiaan yang ia rasakan setelah berbagi. 

“Kalau kita habis bagi nasi misalnya ke tempat penderita kanker atau tuna netra, mereka nampak sangat bahagia. Aku pun ikut tertular kebahagiaan mereka” 

Di masa mendatang Kurnia berharap kalau aksinya tersebut bisa semakin besar. Selain ingin mengajak orang lebih banyak lagi untuk bergabung, ia juga ingin membuat aksi berbeda seperti donor darah atau berbagi nasi ke rumah sakit. Untuk itu, kepada teman-teman Kurnia berpesan:

“Jangan berhenti berbuat baik, membuat orang tersenyum, serta berdoa. Ketiganya itu tak hanya bermanfaat bagi orang lain, tapi juga ke dalam dirimu sendiri” 

#BaikItuNyata Eps 4: Masih Sering Sisakan Nasi di Piring? Kisah Gadis Ini akan Membuatmu Mengubah Kebiasaan Itu

Kisah Kurnia Indah yang berbuat kebaikan lewat sebungkus nasi ini diharapkan dapat menginspirasimu untuk melakukan tindakan nyata. Kalau kamu pernah melakukan atau melihat aksi kebaikan, jangan ragu untuk berbagi pada pembaca lainnya dengan mention Instagram @MinuteMaid_ID dan gunakan hashtag #BaikItuNyata. Dengan bercerita, kisahmu akan tersebar lebih luas lagi dan akan memberikan banyak energi positif.