Fenomena Sugar Daddy: Benarkah Pria yang Lebih Tua Lebih Menarik?

Cinta itu memang bisa datang kapan pun

Fenomena Sugar Daddy: Benarkah Pria yang Lebih Tua Lebih Menarik?instagram.com/gistaputri

Beberapa tahun belakangan ini, kata 'sugar daddy' mungkin sangat sering kita dengar. Sugar daddy mengacu pada pria paruh baya yang menjalin hubungan dengan wanita yang usianya sangat jauh lebih muda. Saat jalan bersama, mereka terlihat seperti ayah-anak ketimbang sepasang kekasih.

Tertarik dengan sugar daddy karena materi?

Fenomena Sugar Daddy: Benarkah Pria yang Lebih Tua Lebih Menarik?instagram.com/marinizumarnisreal

Saat melihat sepasang kekasih dengan jarak usia yang sangat jauh, misalnya pasangan Ahmad Albar dan istrinya, Dewi Sri Astuti yang terpaut usia 37 tahun, stereotip miring kebanyakan orang adalah sang wanita yang matre dengan memacari pria yang umumnya di usia pertengahan sudah mapan secara finansial.

Memang, tak bisa dipungkiri ada tipikal orang-orang yang mencari kenyamanan khususnya dalam hal materi, dengan mencari pasangan yang sudah mapan secara finansial. Pria-pria usia 40 tahunan umumnya sudah bekerja lama, memiliki tabungan dan aset yang cukup serta lebih stabil.

Baca juga: 7 Kalimat Cowok yang Artinya Dia Bakal Nembak Kamu Sebentar Lagi

Hubungan simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan.

Fenomena Sugar Daddy: Benarkah Pria yang Lebih Tua Lebih Menarik?instagram.com/marksungkar

Namun, bukan hanya perkara materi saja. Dilihat dari kebutuhan dasar manusia, wanita mendambakan keterikatan dan perlindungan. Maka gak heran kalau wanita menjalin hubungan dengan pria yang lebih tua yang mampu melindungi adalah sesuatu yang wajar, begitu pula pria yang menjalin hubungan dengan wanita yang lebih muda. Stereotip yang dianut telah 'mengagungkan' tipe hubungan yang seperti ini, ketimbang wanita dengan pria yang lebih muda.

Di sisi lain wanita membutuhkan sosok yang mampu melindungi dan mengayomi, para sugar daddy memilih wanita yang lebih muda karena alasan jiwa muda mereka menarik dan memberikan energi yang membuatnya merasa muda selalu.

Wanita muda di tahapan usia psikologisnya, membutuhkan koneksi dan keterlibatan dalam sebuah hubungan. Saat mereka mulai bekerja, itulah saat mereka mulai memikirkan membangun keluarga. Tetapi, pria-pria di usia yang sama, berfokus pada pencapaian hidup mereka sendiri. Para wanita menginginkan intimacy, sementara para pria sedang getol-getolnya membangun karir.

Tetapi pria di usia matang mendambakan power. Sementara wanita usia matang tak lagi melihat intimacy dan romansa sebagai hal utama. Mereka telah disibukkan dengan mengurus anak dan mencapai karir yang lebih tinggi. Para pria seringkali merasa power mereka tak dapat mengimbangi. Maka, wanita-wanita muda lah yang lebih 'memuaskan' secara batiniah.

Well, tak ada yang salah kok dengan memilih pasangan yang lebih tua atau lebih muda dalam suatu hubungan. Apalagi dengan rentangan usia yang jauh, uang terpenting adalah bukan sekedar kecocokan, bagaimana kalian berdua bisa saling mengimbangi, memahami dan berkompromi.

Baca juga: 7 Bukti Alasan Kenapa Kamu Perlu Jarak dalam Suatu Hubungan

Read More
Tania
EditorTania
Line IDN Times
ARTIKEL REKOMENDASI