Hari Kartini yang selalu kita peringati setiap tanggal 21 April 2018 memang sudah berlalu. Namun, bukan berarti sosok-sosok perempuan inspiratif kita lupakan begitu saja.

Nah, kali ini penulis akan membagikan sosok inspiratif yang cocok banget buat kamu yang ngaku generasi milenial. Sosok tersebut ialah Alamanda Shantika atau yang akrab dipanggil Ala. FYI, ia merupakan sosok perempuan yang pernah menjadi Vice President di Gojek.

Pada beberapa waktu yang lalu, penulis berkesempatan untuk menghadiri sebuah acara yang diisi langsung oleh Alamanda Shantika sebagai pembicara. Berikut sedikit kisah inspiratif dari Ala.

1. Mimpi Alamanda Shantika berkuliah di luar negeri kandas karena ayahnya terserang stroke

Alamanda Shantika, Hengkang dari Gojek Dan Kini Terjun ke Dunia Pendidikaninstagram.com

Siapa sih yang gak kepengin bisa kuliah di luar negeri? Pasti kebanyakan dari kalian mau dong. Keinginan tersebut rupanya juga menjadi mimpi Alamanda Shantika.

Namun, suatu ketika kejadian tak mengenakan melanda ayahnya. Ketika mimpi kuliah di luar negeri segera terwujud, ayah Ala justru terserang stroke.

Dengan keadaan itu, Ala dan keluarga tak bisa berbuat banyak. Bukan hanya tidak bisa kuliah di luar negeri, namun Ala juga harus membiayai kuliahnya sendiri.

2. Ala sempat ragu bergabung dengan Gojek, namun akhirnya ia menerima penuh tawaran tersebut

Alamanda Shantika, Hengkang dari Gojek Dan Kini Terjun ke Dunia Pendidikaninstagram.com

Mungkin pikiran untuk mengembangkan sebuah bisnis transportasi online di Indonesia tidak pernah terpikirkan oleh Ala. Namun, siapa sangka ide tersebut muncul ketika Nadiem Makariem mengajaknya untuk bergabung bersamanya membangun Gojek.

Awalnya Ala hanya mau untuk sekedar membantu saja alias tidak penuh bergabung di Gojek. Namun, Nadiem nampaknya terus merayu Ala agar mau bergabung secara penuh dengan Gojek.

Dengan adanya Gojek, kita bisa membantu banyak orang mendapat penghasilan setiap hari

Begitulah kira-kira perkataan Nadiem kepada Ala saat merayunya agar mau membangun Gojek bersamanya. Dan di situlah Ala sadar bahwa dengan bergabung bersama Gojek, ia bisa membantu banyak orang.

Dan pada akhirnya Ala setuju untuk bergabung dengan Gojek secara penuh.

3. Orangtua Ala sempat tidak yakin kalau Ala bekerja ngurusin tukang ojek

Alamanda Shantika, Hengkang dari Gojek Dan Kini Terjun ke Dunia Pendidikaninstagram.com

Ala bercerita sewaktu ia menceritakan keputusannya bergabung dengan Nadiem, ibunya sempat tidak yakin.

 

Yakin kamu mau kerja ngurusin tukang ojek?

 

Pertanyaan itulah yang terlontar dari mulut ibunya karena mungkin terdengar aneh bila anaknya perempuan, Ala, memutuskan bekerja ngurusin tukang ojek. Tapi untunglah Ala memiliki orangtua yang selalu mendukungnya dan tidak pernah mengekangnya.

 

Waktu saya bergabung pertama kali dengan Gojek, dulu Gojek tidak seperti sekarang ini. Gojek masih kecil dan kantornya sangat sederhana.

 

Tapi siapa sangka, Gojek kini berhasil menjadi salah satu startup terbesar di Indonesia hingga berhasil melebarkan sayapnya hingga ke luar negeri.

4. Harta dan materi tidak ada gunanya bila kita tidak bisa berdampak bagi orang lain

Alamanda Shantika, Hengkang dari Gojek Dan Kini Terjun ke Dunia Pendidikaninstagram.com

Sebagai perempuan yang dikenal sebagai entrepreneur digital, Ala ternyata punya jiwa sosial yang tinggi. Suatu ketika, ia bertemu dengan seorang anak jalanan dan mengajaknya makan bersama.

Di situ ia berkata kepada anak tersebut bila sudah besar nanti kamu harus punya mobil. Namun anak itu malah menjawab,

Aku mau jadi tentara biar aku bisa membantu banyak orang di luar sana

Di sela-sela motivasi yang disampaikannya, Ala sempat berkata bahwa kekayaan itu tidak seberapa penting. Karena yang terpenting dalam hidup kita harus bisa berdampak bagi orang lain, lewat apapun caranya.

Dan salah satu yang dilakukan Ala adalah memanfaatkan teknologi agar banyak orang bisa terbantu.

5. Punya mimpi menjadi Menteri Pendidikan meski sewaktu SMA sering bolos sekolah

Alamanda Shantika, Hengkang dari Gojek Dan Kini Terjun ke Dunia Pendidikaninstagram.com

Meski memiliki background sebagai seorang entrepreneur, ternyata Ala punya mimpi untuk menjadi menteri pendidikan. Hal itu disampaikannya ketika ia menceritakan masa sekolahnya. Ala takut menghadapi ujian sehingga stres dan takut dimarahi jika nilainya jelek.

Nah, hal itulah yang benar-benar Ala mau ubah dari pendidikan di Indonesia. Agar sekolah tidak hanya sebatas nilai-nilai belaka, namun sekolah harus membangun generasi yang siap bersaing.

6. Tidak dapat menjadi menteri pendidikan, Ala kini mendirikan Binar Academy yang memberikan kesempatan pendidikan bagi banyak orang

Alamanda Shantika, Hengkang dari Gojek Dan Kini Terjun ke Dunia Pendidikaninstagram.com

Meski mimpinya menjadi menteri pendidikan sulit terwujud, Ala ternyata punya cara lain untuk membangun generasi muda Indonesia agar menjadi SDM yang unggul. Hal itu diwujudkannya dengan mendirikan Binar Academy.

Sebuah sekolah yang memberikan pelajaran coding secara gratis. Selain diajarkan tentang pembuatan aplikasi, product design, dan product managemen, Ala ingin nantinya orang-orang yang belajar di Binar Academy bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

Selama perjalanan hidupnya, Ala tidak pernah pesimis dan selalu memanfaatkan kemampuan yang ada pada dirinya dengan semaksimal mungkin, karena sebagai manusia kita punya tanggung jawab moral untuk selalu bermanfaat bagi orang lain.

Teruslah berkarya dengan apa yang kamu bisa, sekecil apa pun usahamu, itu berharga bagi orang lain.

Yefta christopherus

Success is me Instagram : @yefta_chris

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.