Untukmu, Pria yang Tak Pernah Tahu Kalau Aku Teramat Cinta Dari Dulu!

Apa kabarmu?

Untukmu, Pria yang Tak Pernah Tahu Kalau Aku Teramat Cinta Dari Dulu!Sumber gambar: storyboardwedding.com

Line IDN Times

Hai, apa kabar?

Kamu, iya kamu yang ada di sana. Kamu yang mengisi jiwa dengan banyak harapan. Kadang aku ingin menyapa. Kadang aku ingin bertanya, apa kamu sudah makan? Kadang aku ingin memastikan, apa kamu bahagia?  

Ingatkah aku? Aku yang pernah menjadi bagian dari hidupmu. Tapi mungkin kamu sudah lupa. Saat kamu pikir aku bukan siapa-siapa, kamu meninggalkan jejak di diriku. Saat kamu sudah berlari dari satu kekasih ke kekasih yang lain, aku masih di sini melestarikan jejakmu.

Aku adalah orang yang menunggumu dan menyayangimu sejak lama, walau di matamu aku tak bermakna apa-apa. 

Aku tidak tahu bagaimana bisa hati ini dikunci untuk satu insan semenjak waktu yang bahkan tak aku ingat. Aku tidak biasanya mencinta, apakah kamu bisa kuanggap sebagai orang yang beruntung? Apa kamu merasa beruntung dicintai orang sepertiku? Oh iya, kamu kan sudah lupa aku ya.

Namun, apa pernah di benakmu kau bertanya apakah ada yang mencintaimu dengan tulus?

Aku selalu berharap saat kau bertanya seperti itu, aku ada di sana. Aku akan menunjukkan bahwa aku di sini menyayangimu walau saat tidak terbesit wajahku di pikiranmu. Aku ingin memberitahu bahwa bertahun-tahun kau alami perubahan, aku masih menyayangimu seperti pertama kudapatkan rasa ini. 

Aku ingin kau kenal aku, aku ingin kau mengerti bahwa perasaan ini bukanlah suatu hal yang mudah terpuaskan dengan khayalan belaka. Melainkan realita bahwa kamu benar mengenalku, mengingatku, dan mengetahui bahwa aku sudah menyimpan perasaan ini sejak lama.

Baca Juga: 7 Cara Ini akan Membuatmu Merasa Pantas Mendapatkan Cinta yang Kamu Berikan Pada Orang Lain

Tahukah kamu sudah seberapa banyak puisi yang kutulis untuk meluapkan perasaanku?

Berbagai kata sudah dirangkai. Berlembar-lembar kertas sudah terisi.Beribu doa telah kusampaikan. Semua demi kamu seorang. Semua demi ambisiku agar perasaan ini tersampaikan dan kamu kian lama mengerti bahwa seperti itulah akibat perasaan yang dipendam dengan lama. Tidak membusuk, namun semakin menggelora, sehingga aku tidak tahu lagi harus ke mana meluapkannya.

Semakin kutulis segalanya tentangmu, semakin tersangkut aku di atap-atap khayalan. Rindu, rindu sekali, ingin bertemu, tapi aku siapa?

Aku ingin menjadi yang terpenting untukmu, aku ingin perasaan ini bisa kubagi kepadamu

Tahukah kamu bahwa ada yang mimpinya telah terkabul ketika melihatmu bahagia?

Ya, walau jauh sini, aku senang sekali melihat senyum terukir di wajahmu, penyiram sanubari, perenggut hati. Aku ingin tanpa kehadiranku pun, dunia mencoba membuatmu bahagia. Aku juga ingin seluruh doaku menjadi amunisi kegembiraanmu.

Cinta ini memang butuh pelampiasan, mengingat sudah lama sekali ini kau tanam. Namun asalkan kamu bahagia, api yang membara di dalam dada seakan menjadi kehangatan tersendiri. Karena bagaimanapun dan kapanpun kamu nantinya mengingatku, kamu tetap akan menjadi jagoanku.

Biarlah sayang ini cuma sekadar kata dan doa, asalkan kamu bahagia dan diberkahi, itu sudah lebih dari cukup. 

Baca Juga: Mencintai Diam-Diam Boleh Saja, Tapi Akankah Kau Melakukan Ini Selamanya? 

Read More
Line IDN Times
ARTIKEL REKOMENDASI