Berterima Kasihlah pada Seseorang yang Pernah Menorehkan Luka Terdalam di Hatimu

Karena ia, engkau kuat.

Berterima Kasihlah pada Seseorang yang Pernah Menorehkan Luka Terdalam di Hatimulife.northnews.cn

Line IDN Times

Cinta tanpa luka adalah omong kosong. Semakin dalam cinta yang kita rasakan maka semakin perih luka yang akan kita terima. Luka hadir setelah manisnya rasa cinta berakhir. Lantas kenapa kita masih ingin menikmati manisnya cinta ketika kita tahu sebuah luka akan menghampiri jikalau rasa manisnya berakhir? Karena cinta tanpa luka adalah hampa.

Cinta dan luka adalah kebutuhan batin yang saling melengkapi. Cinta hadir untuk menghapus luka. Cinta tanpa luka bagaikan kopi yang terlalu banyak diberikan gula sehingga rasa manisnya yang berlebihan akan menjenuhkan. Oleh karena itu luka hadir untuk menghilangkan rasa jenuh itu. Namun pada akhirnya luka hanya mendatangkan rasa sakit.

Masih ingatkah kamu tatkala luka itu melanda hatimu? Bagaimana usaha yang kamu lakukan untuk bangkit dari masa itu? Berilah penghargaan pada dirimu karena telah berhasil melalui masa itu. Kita seringkali lupa memberikan penghargaan untuk kita sendiri ketika kita berhasil melalui masa yang sulit. Dengan memberikan penghargaan pada diri sendiri berarti kita telah menghargai usaha yang kita lakukan untuk bangkit dari rasa sakit itu.

This is not the end of the world.

Kata-kata ini sering kita lontarkan ketika kita mencoba untuk menghapus luka yang melanda hati kita. Wajar saja kita ingin cepat-cepat terbebas dari rasa sakit itu. Selain rasa sakitnya yang menyesakkan, luka hati juga menghambat aktivitas kita sehingga hidup kita menjadi kacau. Namun tak selamanya luka hati selalu menimbulkan dampak negatif. Luka hati juga memberikan sisi positif bagi kita. Luka hati membuat kita menjadi sosok tangguh yang tegar. Seperti kata pepatah “experience is the best teacher”, pengalaman karena pernah terluka akan membuat kita berhati-hati dalam menjalani sebuah hubungan.

Masih ingatkah kamu seseorang yang menorehkan luka paling dalam di hatimu? Kamu memujanya laksana kamu memuja Tuhanmu. Tetapi dia membalasnya dengan rasa sakit. Ucapkan terima kasih tertulusmu untuknya. Karena dia kamu memiliki sebuah pengalaman yang berharga di hidupmu. Karena dia kamu tumbuh menjadi sosok yang dewasa dan tangguh. Katakan padanya, tanpanya kamu tak akan tahu bagaimana rasanya sebuah luka.

septiani

Penulis merupakan mahasiswi asal Bangka Belitung yang sedang melanjutkan studi di Universitas Bengkulu program studi Ilmu Komunikasi.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Read More
Line IDN Times
ARTIKEL REKOMENDASI