Laki-Laki Ini Mati-Matian Mengejar Wanita Pujaannya, Simak Reaksi Sang Pujaan Hati!

Speechless!

Laki-Laki Ini Mati-Matian Mengejar Wanita Pujaannya, Simak Reaksi Sang Pujaan Hati!Sumber gambar: shopify.com

Line IDN Times

Pria ini bernama Budi. Sejak masa SMA, ia satu sekolah dengan gadis bernama Fraya. Mulai saat itulah, Budi memendam hati kepada Fraya. Sebenarnya ia ingin sekali menunjukkan perasaannya. Sayangnya, ia tak punya kesempatan.

Budi sendiri bukanlah teman sepermainan Fraya. Ingin bergabung, tapi ia terlalu malu. Budi memang orang yang sederhana. Ia tak punya sesuatu yang bisa dibanggakan. Kedua orangtuanya memang lumayan sejahtera. Tapi jika dibandingkan dengan Fraya dan kawan-kawannya, ia bukanlah siapa-siapa.

Meskipun begitu, kekagumannya pada Fraya tak pernah berkurang. Walau selalu ke sekolah dengan mobil mewah, sejumlah aksesori mahal, handphone teknologi terbaru, Fraya bukanlah pribadi sombong. Tak pernah hartanya dijadikan omongan. Malahan, Fraya menjadi salah satu saingan Budi dalam ranking kelas.

Suatu siang, wali kelas memanggil Budi dan Fraya. Apa yang selanjutnya terjadi?

1-71a2fb09382e32256d323ac6b797fb3d.jpgSumber gambar: wikimedia.org

Sekolah Budi sepakat mengikuti olimpiade ilmu pengetahuan. Budi dan Fraya adalah kandidat yang dipercayai sekolah dalam olimpiade Akuntansi. Perasaan Budi campur aduk. Antara tidak percaya, kaget, senang, seperti mimpi dan ragu-ragu. Namun ia tak perlu berpikir lama karena inilah kesempatannya menjadi satu tim dengan Fraya.

Malam itu, Budi putar otak untuk memulai percakapan dengan Fraya. Handphone ia sambar. Sejenak kemudian, Fraya membalas.

“OK. Besok kita belajar bersama di rumahku saja. Sepulang sekolah, ya!”

Semenjak itu, bertandang ke rumah Fraya menjadi kebiasaan Budi sepulang sekolah. Tepatnya, selama sebulan penuh sebelum olimpiade tiba. Dari situ, ia banyak mengenal Fraya. Ia juga mengenal kawan-kawan Fraya. Dan tentunya, keluarga Fraya.

Di hari H, Fraya dan Budi melakukan kerja tim yang baik. Meskipun akhirnya hanya menyabet juara kedua, pihak sekolah bangga. Orangtua Budi dan Fraya pun begitu. Namun yang paling bahagia di antara itu semua, tentu saja Budi.

Kejutan tak terduga untuk Budi...

2-8461783632b4583f903240c2a4248ac5.jpgSumber gambar: dailymail.co.uk

Seminggu setelah olimpiade menghantarkan mereka jadi juara, Budi datang ke rumah Fraya. Obrolan asyik bergulir, mereka berdua dikagetkan dengan taksi di hadapan mereka. Sejurus kemudian, raut wajah Fraya berubah senang. Berlari dan langsung ia peluk laki-laki yang keluar dari taksi.

“Budi, kenalin ini pacar aku. Namanya Tedi. Dia baru aja diterima kuliah di Australia. Dia pulang ke Indonesia dan kasih kejutan begitu tahu kita juara,”

Kontan, hati Budi remuk! Ternyata Fraya yang sering nampak sendiri itu, sudah memiliki pacar selama setahun terakhir. Dan mereka LDR!

Setelah perkenalan itu, Budi pamit. Dikatakannya kalau ia ingin memberi waktu pada Fraya dan Tedi. Padahal, ia ingin mengadu sedih pada dinding-dinding kamarnya. Pupus sudah niat Budi menuturkan perasaannya di Minggu siang yang terik. Sejak itu pula, Budi tak lagi menghampiri rumah Fraya. SMS pun tidak dilakoni lagi.

Baca Juga: Mencintai Diam-Diam Boleh Saja, Tapi Akankah Kau Melakukan Ini Selamanya?

Pertemuan kembali Budi dan Fraya.

3-2cf88e4ce7b4ec109f1b0fed2714965e.jpgSumber gambar: skim.gs

Siapa yang bisa menyangka kalau Fraya dan Budi bertemu lagi. Kali ini, di perguruan tinggi, jurusan akuntansi. Ya, jurusan yang pernah membuat mereka jadi jawara.

Seperti lupa akan remuk redam perasaannya, Budi menjawab sapaan Fraya. Apa lagi yang bisa dilakukan dua orang tempat asing? Sebenarnya, banyak kakak angkatan yang perhatiannya tertuju pada Fraya. Tapi, Fraya tidak bergeming. Rupanya, ia baru saja putus dari Tedi.

Kebetulan, hiruk pikuk masa orientasi mampu membuyarkan kenangan Fraya akan Tedi. Ditambah lagi, kehadiran Budi yang selalu menemaninya. Banyak orang yang mengira mereka berpacaran. Tak sedikit yang mencemooh Budi. Tapi Fraya tak peduli.

Orientasi sudah usai. Fraya dan Budi terbagi dalam kelas yang sama. Sejak itu, apapun mereka lakukan bersama. Fraya sudah telanjur nyaman dengan Budi, yang dianggapnya pria baik dan bisa diandalkan. Situasi ini membuat Budi tak urung mengungkapkan perasaannya.

Fraya kaget bukan kepalang melihat keberanian Budi. Mengapa Budi memendam perasaannya begitu lama? Bukankah memendam perasaan itu menyakitkan?

Namun, Fraya tak pikir panjang lagi. Kebersamaan sejauh ini, membuat Fraya nyaman. Sepertinya hanya Budi yang membuatnya senang. Setidaknya, hingga saat ini.

Kedekatan mereka mulai terbaca orangtua Fraya. Alangkah kagetnya Fraya begitu melihat respon orangtuanya. Mereka kurang menyukai hubungannya. Ia tak habis pikir sebab orangtuanya telah lama mengenal Budi. Mereka berkilah, Fraya pantas mendapatkan yang lebih baik. Mereka takut kalau Budi hanya pelampiasan sakit hati Fraya.

Jalan Budi masih panjang. Begitu mendapatkan hati Fraya, malang hatinya karena orangtua Fraya tidak bersikap positif. Meski demikian, mereka tetap menjalankan hubungan walau Budi sering mendapat perlakuan dingin orang tua Fraya.

Diam-diam, Budi dan Fraya mulai gamang dalam benaknya.

Setelah Budi melayakkan diri...

1-bdg-2-102bc2a7aa59a0256a7deeb140fce90d.jpgSumber gambar: shopify.com

Budi dan Fraya menamatkan studi tepat waktu setelah lalui banyak lika-liku, termasuk lika-liku percintaan. Di hari wisuda, mereka tak perlu lagi pendamping wisuda. Mereka sudah saling mendampingi. Hanya saja, pertemuan kedua orangtua mereka pun masih terdengar dingin.

Tak perlu banyak menunggu untuk mereka. Masing-masing langsung menerima pekerjaan idaman. Sayang, Budi harus ke ibukota. Sedangkan Fraya tetap bekerja di kotanya. Dengan banyaknya tuntutan kerja dan tanpa restu orangtua, hubungan mereka harus terhenti di situ saja.

Kesepian mulai menghampiri Budi dan Fraya. Dengan hati-hati, ia kembali menghubungi Fraya setelah perasaan rindunya memuncak.

“Hai, Budi! Apa kabar? Aku baik-baik di sini. Kamu bagaimana?”

Sebaris kalimat lewat Whatsapp itulah yang menumbuhkan cinta mereka lagi. Mereka sadar, tidak bisa melepaskan diri masing-masing. Mereka sadar, bahwa banyak yang berhasil mereka lalui di masa lalu.

Kemudian, mengapa harus menyerah? Bukankah cinta seharusnya saling memperjuangkan.

Sebulan kemudian, Budi melangkah ke daun pintu rumah Fraya. Tanpa persiapan, di hadapan kedua orangtua Fraya, meminta izin. Izin meminang Fraya. Suasana sempat membeku.

Tapi kebijaksanaan mungkin telah menghampiri kedua orangtua Fraya. Setelah melihat betapa Fraya dan Budi saling memperjuangkan, apalagi setelah sempat digempur jarak, luluhlah mereka. Banyak perubahan pada Budi yang ia lihat, yang mereka kira sanggup mengayomi Fraya.

Selepas pertemuan itu, di muka pintu Budi kembali berlutut. Dengan menengadah dan menatap mata Fraya, dikatakannya “Maukah kamu menjadi teman hidupku selamanya?”

Jawab Fraya:

“Karena kamu telah memperjuangkanku dengan amat susah payah, kumohon jangan pernah membuat hatiku patah. Aku... MAU!”

Baca Juga: Aku Harap Kita Bisa Jadi Pasangan Selamanya, Karena Aku Sudah Siap

Read More
ARTIKEL REKOMENDASI