Mungkin Salahku Melewatkanmu, Tak Mencarimu Sepenuh Hati. Maafkan Aku

Aku ditikung...

Mungkin Salahku Melewatkanmu, Tak Mencarimu Sepenuh Hati. Maafkan Akualbertpalmerphotography.com

Line IDN Times

Untuk kamu, gadis yang pernah kuabaikan. Aku harap kamu masih sudi dan mau memahami bagaimana penyesalan dan perasaanku sesungguhnya. Meskipun kini semua terlambat dan tak bisa diubah kembali.

Halo kamu, gadis menarik. Cukup lama kita tak bersua, kamu semakin menawan saja.

Suatu siang yang terik, sengaja aku mampir pada sebuah kedai. Segelas limun dingin nampaknya jadi penawar terbaik untuk panas yang sedang merajalela. Dan siang itu, aku merasa lebih segar saat seorang gadis menarik menghampiri. Aku linglung. Gadis itu adalah kamu, yang mengaku jika kita pernah berkawan di masa lampau.

Rupanya, waktu telah mengubah semua hal. Dahulu, kamu adalah gadis biasa-biasa saja. Kulitmu gelap. Berdandan pun tidak. Tomboy. Sangat jauh dari kata feminim. Yang jauh lebih heboh lagi, aku mendengar desir-desir jika kamu tertarik padaku.

Mungkin aku masih sangat muda dan naif. Aku memandang segala sesuatu dari penampilan. Hingga perhatianmu pun kuacuhkan mentah-mentah. Akhirnya, pertemuanku dan kamu di kedai itu, membuatku malu dari dalamnya hati.

Melihatmu saat itu, terbesit angan untuk kerap bertemu. Ada baiknya jika ritual bertemu ini tidaklah seminim dahulu.

Hanya dalam beberapa jam saja, perbincanganku dan kamu adalah candu. Aku dan kamu dapat mengutarakan kebodohan-kebodohan di masa lalu. Sekaligus, kita bertukar berita tentang kabar kawan-kawan atau guru-guru.

Seharusnya, pertemuanku dan kamu jangan sampai di sini saja. Harus ada pertemuan lagi agar aku dan kamu dapat menciptakan banyak memori. Terlebih, memori yang lebih manis dibandingkan masa lalu. Memori untuk masa depan aku dan kamu.

Aku sumringah dapat menghubungimu kembali. Terlebih kamu bersikap positif dan selalu menyunggingkan senyum manis.

Baiklah. Kontakmu telah kudapat. Dalam hati, aku beritikad. Aku harus segera menghubungi kamu sesampai di rumah, secepat kilat. Apapun itu, demi pertemuan kita selanjutnya.

Kuakui, memang aku telah jatuh hati pada gadis yang dulu sama sekali kuabaikan

Bak mendapat gayung yang bersambut, kamu tak menolak mentah-mentah sapaan dariku. Meski aku sama sekali tak menganggapmu di masa lalu, tak ada dendam di hati murnimu. Sungguh setiap respon darimu adalah hal manis yang kudapat. Besar harapanku agar kelak, hatimu juga turut kutambat.

Baca Juga: Jika Aku Ingin Kembali, Masihkah Kamu Membuka Pintu Hati?

Baru saja aku hendak menyampaikan perasaan di pertemuan ini. Tapi kamu hadir dengan sepucuk undangan.

Akhirnya, kuberanikan diri mengakhiri rasa tak pasti di hati. Di pertemuan ini, kehendakku keras untuk menyampaikan kekaguman dan rasa cinta padamu. Dan semoga kamu memberi kesempatan lagi untuk pria yang pernah sama sekali tidak mempedulikanmu.

Namun, semua sirna saat sepucuk undangan kamu sampaikan...

Tak lama lagi, masa lajangmu akan diakhiri. Seorang pria tampan, baik hati, dan sanggup melengkapimu adalah sosok yang beruntung itu. Sosok itu pula yang membuatku merasa tersaingi sekaligus mendadak benci.

Baiklah, aku menyesal. Seandainya dulu aku tidak mengabaikanmu, mungkin kesal tidak akan tertinggal.

Aku ditikung...

Saat ini, aku sadar. Aku salah karena melewatkanmu di masa lalu. Kamu sempat punya perhatian dan cinta yang tulus untukku. Tapi aku tak pernah menganggapnya. Memandangmu saja, aku tak sudi. Lebih parahnya, aku tak pernah mencari tahu bagaimana kabarmu setelahnya. Mencarimu dengan sepenuh hatiku pun tidak.

Sesal memang datang belakangan...

Untukmu, selamat menjalani hidup baru dengan dia yang mencintai sepenuh hati...

Seandainya aku boleh menerjamahkan sinar matamu, mungkin saja rasa itu masih ada dalam dirimu. Tapi apa daya? Aku datang sudah terlambat dan penuh sesal. Komitmen tak mungkin diubah hanya karena perkara masa lalu.

Aku hanya mendoakanmu. Semoga hidupmu selanjutnya lebih baik dan bahagia. Aku tak akan lagi mencoba mengganggumu.

Maafkan kesalahanku di masa lalu...


Dari aku,
Pria yang dahulu tidak mengabaikanmu

Baca Juga: Karena Move On Doang itu Gak Cukup, Kamu Juga Harus Move Up Buat Ngelupain Mantan!

Read More
Line IDN Times
ARTIKEL REKOMENDASI